Ternyata Ini Alasan Orang Minang Tak Bisa Diam Soal Palestina, dan Rumah Gadang Menyimpan Jawabannya!
Kanal Pilihan
Berita Terbaru

SUMATRA DIGAGAS BANGUN EKONOMI TERINTEGRASI : 10 PROVINSI, SATU KEKUATAN
MEDAN — Sepuluh provinsi di Pulau Sumatra didorong untuk tidak lagi berjalan sendiri-sendiri dalam mengembangkan kekuatan ekonominya. Sebuah gagasan besar mengemuka untuk…

Sumatra Thawalib Parabek: Sejarah, Reformasi Pendidikan Islam, Politik, Jaringan, dan Warisannya hingga 2026
Sumatera Thawalib Parabek—dalam sumber lama juga ditulis Sumatra Thawalib Parabek—adalah salah satu lembaga kunci dalam transformasi pendidikan Islam Minangkabau dari sistem surau-halaqah…

Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) jadi universitas asal Indonesia pertama yang beroperasi secara resmi di luar negeri
Pimpin Dua Universitas di Dua Negara, Saidul Amin Jadi Naib Canselor UMAM Malaysia Sekaligus Rektor UMRI KUALA LUMPUR – Kiprah akademisi asal…

Deklarasi New Delhi Diadopsi, BRICS 2026 Dorong Reformasi Tata Kelola Global dan Perkuat Global South
NEW DELHI — Para pemimpin BRICS mengadopsi Deklarasi New Delhi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 yang berlangsung di New Delhi,…

Penemuan Situs Bongal Ungkap Jejak Islam di Nusantara Sejak Abad ke-7
Sebuah ekskavasi senyap di pesisir barat Sumatera baru saja meruntuhkan narasi sejarah yang telah lama dihafal sejak bangku sekolah dasar. Penemuan arkeologi…

Sentra Kuliner Legendaris, Khas Nagari Malai V Suku, Kec. Batang Gasan, Kab. Padang Pariaman.
(lauak Sambam) Ujung Labung, Padang Pariaman — KabupatenPadang Pariaman tidak hanya dikenal karena keindahanalam dan kekayaan budayanya, tetapi juga memilikiberagam kuliner tradisional yang menjadi bagian dariidentitas masyarakat. Salah satunya adalah LauakSambam, makanan khas yang telah dikenal secara turun-temurun dan menjadi salah satu kuliner legendaris di Nagari Malai V Suku, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman. Lauak Sambam merupakan salah satu kuliner yang cukup terkenal di kawasan Ujung Labung. Cita rasanyayang khas serta proses pengolahannya yang masihmempertahankan cara tradisional menjadikan makananini memiliki daya tarik tersendiri. Keberadaan LauakSambam tidak hanya menjadi bagian dari kekayaankuliner lokal, tetapi juga mencerminkan kearifanmasyarakat dalam mengolah hasil perikanan yang tersedia di lingkungan sekitar. Menurut Bang Feri, proses pembuatan Lauak Sambamdiawali dengan pemilihan ikan sesuai keinginankonsumen. Salah satu jenis ikan yang banyak diminatiadalah ikan selar kuning. Dalam prosesnya Ikan terlebihdahulu dibersihkan secara menyeluruh, kemudian diberiperasan jeruk nipis untuk mengurangi bau amis. Setelah itu, ikan dilumuri dengan garam halus secara merata. Tahap berikutnya menjadi salah satu ciri khas dalamproses pengolahan Lauak Sambam. Ikan dibakar terlebihdahulu tanpa menggunakan bumbu. Proses pembakaranawal tersebut bertujuan untuk mengeringkan darah yang masih terdapat pada ikan sekaligus membantumenghasilkan tekstur dan aroma yang khas. Setelah ikancukup kering, barulah bumbu diberikan dan proses pembakaran dilanjutkan hingga matang. Cara pengolahan yang sederhana, tetapi memilikitahapan khusus tersebut menjadi salah satu alasan LauakSambam tetap memiliki cita rasa yang khas. Proses memasaknya yang masih dilakukan secara tradisionaljuga menjadi bagian dari warisan kuliner yang perludijaga dan diperkenalkan kepada masyarakat yang lebihluas. Keberadaan Lauak Sambam di Ujung Labungmenunjukkan bahwa potensi kuliner lokal dapat menjadibagian penting dalam memperkuat identitas suatudaerah. Kuliner tradisional tidak hanya berfungsi sebagaimakanan, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai dayatarik wisata, penggerak ekonomi masyarakat,…

Tugu Kapal dan Peta Wilayah Ujung Labung Diresmikan, Perkuat Identitas Maritim dan Potensi Kawasan
Padang Pariaman, 15 Agustus 2026 — Identitas kawasan Ujung Labung terus diperkuat melalui kehadiran Tugu Kapal dan Peta Wilayah yang resmi diresmikan…

21 Tahun Damai Aceh: Kisah di Balik MoU Helsinki
Pada 15 Agustus 2005, sebuah dokumen ditandatangani di sebuah gedung di Helsinki, Finlandia, yang mengubah arah sejarah Aceh selamanya. Dokumen itu bernama…

SMA Berprestasi 2026 se-Regional Sumatra
(disaring & diurutkan dari Top 100 Nasional SIMT Puspresnas, berdasarkan jumlah poin prestasi) 1 SMAS Unggul Del Sumatera Utara 598 7 2…
Rekomendasi
🔥
Fungsi Musik Lasuang Pada Kesenian Gandang Lasuang Dalam Pesta Perkawinan di Kecamatan Sasak Kabupaten Pasaman Barat
Akhirnya Masjid Tuo Ampang Gadang Akan Dipugar, Pemkab Limapuluh Kota dan Masyarakat Dukung Penuh
Ahli Ilmu Falak Aceh; Awal bulan Ramadhan 1446 H secara Astronomis diperkirakan 1 Maret 2025
21 Tahun Damai Aceh: Kisah di Balik MoU Helsinki
Nasional
Lihat semua ›
Nasional
MK: Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Pendidikan Mulai APBN 2027
Diskusi Denny Sumargo dan Purbaya Yudhi Sadewa: Transparansi, Ekonomi, dan Jalan Panjang Menuju Indonesia Maju
Catat Sejarah Baru! Karya Fajar Novario Asal Padang Terpilih Jadi Logo Resmi HUT ke-81 RI Lewat Polling Publik
Petani Menjerit, Kebijakan Baru Ekspor Sawit Berlaku, Harganya Langsung Anjlok?
